Sistem Pendidikan Di Finlandia Yang Bisa Kita Tiru

sistem pendidikan di finlandiaSistem Pendidikan Di Finlandia Yang Bisa Kita Tiru, Sebagai pendidik, tentu kita bisa pula menerapkan sistem pendidikan yang ada di Finlandia, minimal kita terapkan di sekolah atau kelas tempat kita mengajar. Apa saja hal-hal bisa kita pelajari dari sistem pendidikan di Finlandia?

1. Anak-anak di Finlandia tak diperkenankan masuk sekolah dasar kalau umur mereka belum genap 7 tahun.

Di Indonesia, beberapa orang tua berpendapat bahwa semakin cepat masuk SD, maka akan semakin baik. Banyak diantara orang tua di Indonesia kurang memahami faktor psikologis anak bila mereka duduk di bangku SD terlalu dini. Tentu saja hal ini bisa berefek negatif bagi selera belajar anak. Anak-anak yang sebenarnya masih gemar bermain sambil belajar, sudah harus mengenyam pembelajaran yang lebih serius dan sudah harus bisa calistung. Biasanya anak-anak yang masuk SD lebih cepat (masih berusia 6 tahun) akan lebih cepat bosan belajar di sekolah.

2. Tidak ada pemisahan siswa yang cerdas dan memiliki kelemahan dalam hal kognitif

Kemampuan anak dalam hal kognitif beraneka ragam. Saya masih ingat, saat saya masih duduk di bangku SMP, siswa yang tergolong cerdas (masuk 10 besar) akan dimasukkan di kelas favorit. Sedangkan anak-anak yang tidak termasuk 10 besar, akan dimasukkan di dalam kelas reguler. Hal ini tidak terjadi di Finlandia. Tidak ada jurang pemisah antara siswa yang cerdas dan berkognitif lemah.

3. Total waktu istirahat siswa di Finlandia adalah 75 menit

Siswa di Finlandia sangat mementingkan quality time. Waktu belajar yang terlalu lama bisa berdampak negatif bagi siswa. Itulah mengapa waktu istirahat yang tergolong lama bagi negara kita sangat penting bagi sekolah-sekolah di Finlandia. Namun kualitas mengajar guru tentu sangat diperhitungkan juga. Para guru perlu berpikir agar bisa memanfaatkan waktu secara efektif (tidak terlalu lama), namun memungkinkan bagi siswa untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

4. Gaji guru sangat diperhatikan

Setiap orang tentu memiliki kebutuhan. Guru yang sudah berkeluarga tentu membutuhkan biaya hidup yang lebih banyak. Di Finlandia, gaji guru sangat diperhatikan. Dengan kehidupan ekonomi yang tercukupi, guru akan lebih fokus dan lebih serius dalam mempersiapkan materi pembelajaran. Hal ini tentu akan berpengaruh positif bagi siswa dalam memahami pelajaran, bila guru mempersiapkan materi pembelajaran dengan baik.

5. Guru menilai setiap anak-anak didiknya, bukan ujian nasional

Setiap guru di Finlandia wajib memahami anak-anak didiknya. Guru juga dipercaya sangat memahami kurikulum dan memahami anak-anak didiknya. Pemerintah Finlandia tidak memerlukan ujian nasional untuk menentukan kelulusan seorang siswa. Namun hal ini tentu juga diimbangi dengan kualitas guru yang tidak hanya hebat dalam mengajar, namun juga menilai atau mengevaluasi kemampuan siswa dalam bidang akademis dan psikologis.

6. Siswa d Finlandia tidak dibebani dengan PR

Bagi beberapa siswa, PR bisa menjadi momok. Karena dengan adanya PR, anak-anak akan semakin terbebani dengan beban belajar yang padat. Apalagi bila di rumah mereka juga harus mengikuti kursus, hal ini bisa membuat siswa kehilangan waktu untuk refreshing. Beban tuntutan akademis yang berat bisa membuat anak menjadi stres dan malah bosan belajar. Hal ini sangat diperhitungkan sekolah-sekolah  di negara Finlandia.

Bagiamana menurut pendapat Anda? Untuk bisa menerapkan beberapa hal di atas, tentu juga membutuhkan banyak pertimbangan, mengingat ada banyak perbedaan latar belakang budaya, ekonomi negara, kualitas SDM, dan lainnya. Semoga tulisan ini bisa membuka wacana kita akan pentingnya memperhatikan sistem pendidikan yang ada di sekolah kita. Pilihlah hal-hal positif tentang metode dam sistem pendidikan di Finlandia yang cocok untuk diterapkan di sekolah Anda, karena memang tidak semua poin-poin yang kita bahas di atas bisa diterapkan di negara kita atau di sekolah tempat Anda mengajar.

Jangan lupa pula bahwa anak-anak didik kita membutuhkan kebahagiaan. Belajar memang penting, namun istirahat juga penting. Dengan istirahat yang cukup, siswa pun akan memiliki waktu untuk menyegarkan hati dan pikiran. Siswa tidak akan kehilangan kebahagiaan mereka. Bagaimana pun hati yang bahagia adalah salah satu menjadi siswa yang berprestasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *