Motivasi Untuk Siswa Agar Tetep semangat Dalam Belajar

motivasi untuk siswaMotivasi Untuk Siswa Agar Tetep semangat Dalam Belajar, Memiliki anak-anak didik yang selalu bersemangat dalam belajar adalah hal yang menyenangkan bagi seorang guru. Sebagai pendidik tentu saja semangat belajar dari siswa akan memberikan dampak positif bagi pendidik. Apalagi setiap tema pembelajaran sudah memiliki target kapan harus diajarkan dan dipahami siswa. Bila sampai terlambat, kita tentu akan kesulitan dalam menyesuaikan dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh sekolah, misalnya jadwal mid-semestar. Keterlambatan siswa dalam memahami pelajaran tentu tidak akan terjadi bila semua siswa bersemangat dan serius dalam memgikuti kegiatan pembelajaran. Bagaimana cara memotivasi siswa agar selalu bersemangat dalam memahami materi pembelajaran di sekolah?

1. Mengulang materi pembelajaran sebelumnya saat memberikan materi baru

Keboasanan yang dialami siswa bisa dipengaruhi oleh karena siswa merasa materi pembelajaran yang sudah dipelajari pada akhirnya akan dilupakan, dan akan ditumpuk dengan materi baru yang biasanya memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa mengajak siswa untuk mengulang materi pembelajaran yang sudah pernah dipelajari saat mengajarkan materi yang baru. Pengulangan materi pembelajaran yang lama juga bisa kita berikan dalam bentuk aktivitas yang menyenangkan, misalnya dengan metode cerdas cermat, mencongak, tanya jawab, memberikan kesempatan bagi siswa berpresentasi, dan lainnya.

2. Memahami faktor utama yang membuat anak malas belajar

Ada banyak faktor yang mempenagruhi semangat siswa dalam memahami pelajaran, misalnya kurangnya kegiatan yang bersifat “fun learning”, ulangan harian yang kurang terjadwal dengan baik, atau permasalahan lainnya. Sebagai pendidik kita perlu memahami hal ini. Setelah menemukan faktor penyebabnya, kita bisa berdiskusi dengan sesama rekan guru untuk menemukan solusi yang terbaik.

3. Menyelipkan kata-kata yang memotivasi

Selipkanlah kata-kata yang bisa memotivasi siswa saat pembelajaran berlangsung. Misalnya manfaat suatu materi pembelajaran harus dipelajari. Sebagai contoh, saat kita hendak mengajarkan materi tata surya, kita bisa menyampaikan kepada siswa bahwa pembelajaran ini sangat penting untuk dipelajari, kita kemukakan alasan-alasannya. Selain itu, kita bisa memperkenalkan tokoh-tokoh terkenal yang berhubungan dengan materi tata surya, misalnya orang yang pertama mendarat di bulan, penemu teropong, dan lainnya.

4. Meningkatkan kualitas mengajar

Sebagai pendidik, kita perlu memiliki banyak ketrampilan dan kaya akan ilmu pengetahuan. Semakin kita menguasai banyak ketrampilan dan semakin kaya ilmu kita, semakin banyak ilmu yang bisa kita berikan kepada siswa dan tentu saja dengan metode yang bervariatif. Kita tidak boleh berpuas diri dengan kemampuan, penguasaan ilmu, maupun ketrampilan yang kita miliki. Kita perlu tekun belajar demi peningkatan kualitas mengajar kita.

5. Mampu menjadi sahabat siswa

Kedekatan antara pendidik dengan anak-anak didiknya dapat meningkatkan semangat belajar anak. Semakin dekat hubungan anak didik dengan gurunya, maka anak-anak didik pun akan lebih mau mendengarkan apa pun perkataan gurunya, termasuk saat sang guru menyampaikan materi pembelajaran. Maka seorang guru perlu menjadi sahabat anak. Dengan menjadi sahabat anak, seorang guru akan semakin memahami kebutuhan siswa dan metode mengajar yang harus dipraktikkan, sehingga siswa akan merasa nyaman saat mengikuti pembelajaran.

6. Mengajar layaknya seorang motivator

Seorang motivator yang sedang memberikan materi kepada para penonton biasanya akan terlihat bersemangat. Wajah selalu memperlihatkan senyuman, postur tubuh yang terlihat selalu tegap namun tidak kaku, suara yang lantang, serta intonasi suara yang baik, adalah ketrampilan yang mutlak dimiliki oleh seorang motivator. Begitu juga dengan seorang guru. Guru yang profesional akan selalu berusaha tampil prima dan penuh semangat, agar bisa menyemangati anak-anak didiknya. Bila anak-anak didik bersemangat, kita sebagai pendidik pun pasti akan lebih bersemangat.

7. Hapus pemikiran kita perlu galak agar siswa nurut

Bila kita sudah dicap sebagai guru yang galak, akan sulit bagi kita untuk mengubah stigma itu. Kehadiran kita di kelas bisa menjadi sebuah momok bagi anak-anak didik. Agar tidak dicap sebagai guru yang galak, kita perlu belajar menjadi guru yang ramah. Perlihatkan kita adalah guru yang penuh perhatian dengan cara menghafalkan nama anak-anak didik. Namun jangan lupa bahwa kita juga perlu bersikap tegas kepada anak-anak didik. Sikap tegas yang baik sebenarnya mudah kita deteksi dengan bersikap “sadar” saat emosi kita mulai naik. Ketegasan harus disertai dengan kestabilan emosi yang tetap terjaga, sehingga kata-kata yang keluar dari mulut kita tetaplah kata-kata yang pantas dan tidak menyakiti hati siswa.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi pendidik di seluruh Indonesia, sehingga siswa-siswi di Indonesia semakin menjadi generasi pembelajar yang bersemangat dalam meraih prestasi dan menggapai cita. Tetap semangat mengajar dan belajar para pendidik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *