Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa Disekolah

faktor yang mempengaruhi motivasi belajarFaktor Yang Mempengaruhi Motivasi Belajar Siswa Disekolah, melihat anak-anak didik semangat belajar tentu ada suka cita tersendiri di dalam hati seorang guru.  Sebaliknya, bila anak-anak terlihat malas, lesu, atau malah terlihat sibuk sendiri saat kegiatan pembelajaran tentu guru akan merasa sedih atau prihatin. Padahal bila kita telisik lebih jauh, semangat belajar murid-murid sangat dipengaruhi oleh semangat mengajar seorang guru. Guru yang penuh semangat dan memiliki hati yang tulus dalam mengajar akan memberikan dampak yang positif bagi semangat belajar anak-anak didik.  Selain semangat mengajar dari seorang guru, semangat belajar murid dipengaruhi oleh beberapa faktor.

1.    Kesulitan dalam memahami materi pelajaran
Kesulitan dalam memahami materi pelajaran sangat dipengaruhi oleh dua hal, yang pertama karena memang materi pelajarannya yang sulit atau ada sesuatu yang salah dengan cara mengajar Anda. Sebenarnya, materi pelajaran yang sulit pun bisa diatasi dengan variasi metode mengajar. Variasi metode mengajar akan membuat murid semakin bersemangat dalam belajar. Karena variasi metode mengajar dipercaya bisa mengatasi rasa bosan murid untuk belajar, baik di rumah maupun di sekolah. Variasi metode mengajar bisa berupa metode presentasi, metode mengajak anak bermain peran sesuai tema pelajaran, metode belajar kelompok, dan lainnya.

2.    Kedekatan Guru dan Murid
Semakin baik hubungan guru dengan muridnya, semakin besar kemauan dan semangat anak dalam memperhatikan apa pun perkataan guru. Sebagai pendidik, kita harus berusaha untuk “cerdas” dalam memberikan waktu agar bisa berkomunikasi dengan murid-muridnya. Cara berkomunikasi ada berbagai macam. Misalnya dengan bercakap-cakap dalam suasana santai, misalnya saat jam istirahat atau sebelum pelajaran dimulai. Anda juga bisa aktif menyapa murid saat bertemu, meski hanya mengucapkan salam.

Kedekatan guru dengan muridnya juga sangat dipengaruhi oleh sikap seoarang guru. Selama seorang guru bisa menjaga kata-kata dan perilakunya, serta bisa menjadi teladan, pasti anak-anak didik akan menyayangi dan bersikap segan pada sosok seorang guru.

3.    Selalu Mengevaluasi dan Memvariasi Metode Pembelajaran.
Tiada manusia yang sempurna, pasti kita memiliki kelemahan. Demikian halnya dengan seorang guru. Seorang guru yang baik akan menyadari dirinya bahwa ia memiliki kelemahan. Maka tidak ada salahnya kita selalu mengevaluasi pembelajaran yang baru saja kita tunaikan. Kita bisa meminta rekan guru lainnya untuk memperhatikan dan menilai kita saat mengajar. Setelah itu kita bisa meminta pendapatnya perihal kelebihan dan kekurangan kita saat mengajar, misalnya volume suara, gesture tubuh, pemilihan kata-kata, metode mengajar, dan lainnya. Hal ini sangat penting, agar kita bisa belajar dari apa pun masukan dan nasihat dari rekan kita.

Anak-anak didik juga membutuhkan variasi metode pelajaran. Dalam hal ini, guru perlu berkreasi sedemikian rupa sesuai dengan bakatnya. Misalnya guru yang gemar mendongeng, ia bisa me siswgajar muridnya dengan metode mendongeng. Guru yang pandai dalam hal kerajinan tangan, ia bisa mengajak anak-anak didiknya untuk membuat suatu hasta karya bertemakan materi pelajaran yang telah diberikan. Dengan variasi metode pembelajaran, maka anak-anak didik pun tidak akan merasa jenuh, karena selain mendapatkan ilmu pengetahuan, kreatfitas mereka pun akan semakin meningkat.

4.    Ketrampilan dalam menyelesaikan konflik antar murid
Konflik antar murid biasa terjadi di kelas.  Sebagai guru, kita tidak perlu khawatir akan terjadinya konflik antar murid. Keunikan yang dimiliki oleh setiap murid menjadi pemicu terjadinya konflik antar murid. Dan bila konflik terjadi, maka guru tidak perlu panik. Karena kepanikan akan menghambat kemampuan kita dalam berpikiran jernih.
Ketenangan hati seorang guru saat menyelesaikan konflik akan membuat murid bisa lebih tenang dan bisa lebih terbuka. Konflik yang baru saja terjadi perlu diselesaikan hari itu juga. Hal ini sangat penting agar murid tidak terbiasa menyimpan dendam atau kemarahan. Konflik yang terlalu dibiarkan berlarut bisa menyebabkan suatu permasalah kecil menjadi permasalahan yang besar.

Karena kesibukan dalam hal mengerjakan administrasi ataupun kesibukan lainnya, terkadang terjadi penurunan kepedulian pada permasalahan anak. Alhasil, apabila terjadi konflik antar siswa pendidik kurang mampu menyelesaikannya dengan baik, atau bahkan pendidik malah kurang peduli bila ada anak didiknya yang mengadukan suatu perselisihan yang dialami. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu meluangkan waktu bersama anak didik untuk mengadakan suatu evaluasi. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya membahas kesulitan dalam hal materi pelajaran, namun juga permasalahan atau konflik yang terjadi di dalam kelas. Pendidik bisa menjadi pendengar yang baik, kemudian memberikan jalan keluar bagi anak-anak didiknya yang mengalami suatu permasalahan. Selain ketrampilan dalam menyelesaikan konflik, seorang guru juga perlu menghindari hal-hal ini agar semangat belajar anak didik tetap terjaga.

5.    Tata dan variasi suasana ruangan kelas
Secara langsung maupun tidak langsung, Ruangan kelas juga mempengaruhi mood anak. Agar anak semakin semangat belajar dan memiliki mood yang baik, maka guru perlu kreatif dan variatif  dalam mendekorasi ruangan kelas. Guru perlu memajang hasil karya anak, misalnya yang berupa kerjajinan tangan, mading, maupun aneka hasta karya murid. Anak-anak akan merasa bangga bila karya mereka dipajang dan bisa dikagumi oleh banyak orang. Hal ini sangat bermanfaat pula agar anak semakin bangga pada diri mereka sendiri dan makin bersemangat dalam belajar.

Selain itu, guru juga perlu menata tempat duduk anak. Ada banyak bentuk formasi yang bisa kita buat agar formasi tempat duduk murid bervariasi. Pengubahan formasi tempat duduk bisa mengatasi rasa bosan anak dalam belajar, karena mereka akan selalu memiliki teman duduk sebelah yang berbeda-beda. Formasi tempat duduk juga bisa mencegah terjadinya gap-gapan antar siswa.  Murid akan terpacu untuk mengenal dan menerima teman duduk sebelah yang baru, siapa pun diri mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *