Cara Membangun Jiwa Kompetitif Siswa Sejak Usia Dini

Cara Membangun Jiwa Kompetitif SiswaCara Membangun Jiwa Kompetitif Siswa Sejak Usia Dini, Jiwa kompetitif adalah semangat yang dimiliki seseorang dalam meraih segala cita-citanya. Orang yang memiliki jiwa kompetitif tidak terfokus pada seberapa hebat kompetitornya, namun lebih pada perkembangan yang ada di dalam dirinya. Ia akan berjuang dengan melatih diri, agar semakin menjadi pribadi yang tangguh dan berkualitas.

Ada banyak kaum sarjana di zaman sekarang, namun banyak pula diantara mereka yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Sarjana yang memiliki nilai yang baik, ternyata belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Agar anak-anak  didik kita bisa tumbuh menjadi siswa  yang berprestasi dan mampu berkompetisi, maka sebagai pendidik kita perlu menanamkan nilai berikut ini:

1.    Pentingnya kedisiplinan

Tidak ada gunanya orang memiliki ilmu yang tinggi bila ia kurang disiplin. Kedisiplinan seorang siswa akan lebih banyak dilatih saat mereka berada di sekolah. Karena saat berada di sekolah anak-anak biasa beraktivitas sesuai jadwal, datang harus tepat waktu, harus mengikuti aturan, dan lainnya. Sebagai pendidik, kita perlu mempersiapkan penghargaan dan konsekuensi dalam menegakkan kedisiplinan di sekolah. Sehingga sikap tegas bisa ditunjukkan secara positif dengan memberikan penghargaan bagi anak-anak yang mengamalkan disiplin dengan baik, dan memberikan konsekuensi bagi anak-anak yang kurang bisa mengamalkan disiplin.

2. Cinta belajar semua mata pelajaran

Pelajaran yang terfavorit pasti dimiliki oleh setiap anak-anak didik. Tanamkan ke dalam hati anak didik bahwa semua mata pelajaran adalah penting dan berguna bagi masa depan mereka. Salah satu contoh, ada anak yang suka menggambar karena ingin menjadi seorang arsitek gedung-gedung yang tinggi. Namun ia tidak suka pelajaran Matematika. Berikan nasihat padanya bahwa untuk bisa membuat rancangan gambar gedung yang baik, mereka harus pintar mengukur bangun supaya gedungnya bisa dibangun dengan baik, rapi, dan kuat.

Beberapa anak mungkin kurang menyukai pelajaran IPS. Salah satu faktornya adalah karena mereka masal menghafalkan. Tanamkan di dalam hati murid bahwa  pelajaran IPS sangat penting, mengingat kita membutuhkan orang lain di dalam kehidupan. Pelajaran IPS akan membantu kita agar memiliki ketrampilan bersosialisasi yang baik.

3. Cerdas dan bijaksana dalam menggunakan teknologi

Teknologi berkembang sangat pesat. Para pendidik pun dituntut untuk menguasai teknologi dengan baik. Siswa perlu memahami cara memanfaatkan teknologi secara bijak. Bersosialisasi dalam keghidupan nyata dan belajar secara interaktif dan off-line memang perlu, namun informasi bisa didapatkan lebih cepat melalui dunia online.

Maka perlu kita tanamkan di dalam hati dan benak siswa rambu-rambu berikut ini:
a. Pandai mengatur waktu  atau tidak terlalu lama menggunakan computer atau gadget
b. Tetap meluangkan waktu untuk bersosialisasi dengan teman
c. Meluangkan  berolahraga secara teratur
d. Tetap mencintai permainan di luar ruangan bersama teman-teman
Hal-hal di atas perlu dilakukan agar anak tidak kecanduan dalam memainkan computergadget, ataupun smartphone mereka.

4. Perlunya kebahagiaan

Tanamkan pada diri anak bahwa kebahagiaan adalah kunci kesuksesan. Kalau tidak bahagia kita bisa menjadi orang yang pemalas. Malas belajar, malas mengenal orang, malas bersosialisasi, hanya karena satu sifat, yaitu tidak bahagia. Ajarkan pada anak bahwa kebahagiaan bisa kita dapatkan mulai dari sekarang, tidak perlu menunggu kita punya banyak uang, punya banyak teman, saat bermain game, tapi bisa dirasakan dan ditemukan bila kita bisa mensyukuri apa yang ada sekarang. Segala impian bisa kita dapatkan bila hati kita bahagia. Dengan hati yang bahagia, ilmu akan mudah terserap, teman akan banyak yang datang, dan banyak kesempatan baik akan hadir.

5. Membangun mental

Sebagai anak-anak didik tentu kita harus menyayangi semua anak-anak didik kita. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman dan senang saat mereka berada di sekolah.  Namun jangan sampai kita bersikap terlalu membiarkan. Bagaimana pun kita juga perlu membuat anak didik kita menjadi anak yang tegar (kuat mental) dan mau mengakui kesalahan. Jadi bila menemukan anak yang mudah menyerah, takut salah, sikap kita adalah lebih pada memotivasi mereka, bukan menyalahkan mereka karena sifat “lemah” mereka. Cara penanganan di pada bagian ini akan membangun mental mereka untuk menjadi lebih kuat. Agar siswa memiliki sikap mental yang kuat, guru perlu bersikap tegas dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Sebagai pendidik, kita memiliki banyak kesempatan untuk bisa menanamkan jiwa kompetitif kepada anak-anak didik kita. Banyak aktivitas bisa kita berikan agar anak-anak didik kita memiliki jiwa kompetitif, misalnya dengan cara mengadakan aneka lomba, melakukan cerdas cermat, maupun memberikan motivasi dan inspirasi baik di saat pembelajaran maupun di luar jam pembelajaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *